LATAR BELAKANG

Kemiskinan merupakan cross sectors national problems yang membutuhkan “Political Will” dalam penanganannya melalui upaya bersama yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi dan masyarakat dengan pendekatan secara terpadu, komprehensif dan berkelanjutan.

Sebagai amanat dari Konstitusi Negara yang harus dilaksanakan, Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) telah melakukan berbagai upaya strategis melalui harmonisasi berbagai program penanggulangan kemiskinan, yaitu kelompok program bantuan dan perlindungan sosial, kelompok program pemberdayaan masyarakat, dan kelompok program pemberdayaan usaha mikro dan kecil.
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri merupakan salah satu instrumen dalam kelompok program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Tantangan yang mengemuka dalam meningkatkan koordinasi dan pengendaliannya dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran agar sesuai dengan target RKP 2010, RPJMN 2014, dan MDGs 2015.

Dalam kerangka efektivitas dan keberlanjutan PNPM Mandiri, upaya mendorong perluasan pemahaman dan implementasi program mutlak dan menjadi kata kunci untuk disosialisasikan kepada segenap pemangku kepentingan nasional penanggulangan kemiskinan melalui media pendekatan yang komprehensif dalam format “Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat Expo & Award 2010” untuk dapat berperan sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat luas khususnya usaha kecil dalam menyukseskan program percepatan penanggulangan kemiskinan di bumi nusantara untuk kehidupan berbangsa dan bernegara indonesia yang bermartabat.
Penanggulangan kemiskinan pada dasarnya ditempuh melalui peningkatan pendapatan penduduk miskin dengan memperluas kesempatan kerja dan usaha serta mengurangi beban pengeluaran dengan mempermudah akses terhadap pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Dalam upaya penanggulangan kemiskinan selain penciptaan lapangan kerja produktif secara mandiri, maka program intervensi sosial juga masih diperlukan bagi kelompok miskin yang rentan terutama kelompok rawan pangan dan gizi. Dengan semakin berkembangnya kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih mengandalkan pasar, maka usaha kecil merupakan prioritas dalam penanggulangan kemiskinan yang bekelanjutan.

 
 
MAKSUD DAN T UJUAN
 
 

Sarana penyebarluasan infomasi dan sosialisasi terhadap PNPM Mandiri dan Program-program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh pemerintah ataupun bebagai kalangan, dengan pemetaan bidang cakupan target Millenium Development Goals (MDGs). Disamping program pemberdayaan masyarakat melalui peran serta dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat (Corporate Social Responsibility-CSR)


Perluasan informasi penanggulangan kemiskinan dari berbagai sektor yang berbasis pemberdayaan masyarakat, sebagai wujud penerapan sinergi pembangunan partisipatif, melalui pendampingan masyarakat serta upaya meningkatkan akses terhadap modal ekonomi langsung kepada masyarakat untuk terciptanya modal sosial masyarakat.


Penyajian informasi aktual ekonomi mikro secara komprehensif dan komunikatif, dengan mengetengahkan peranan para pemangku kepentingan pengentasan kemiskinan di indonesia, baik dalam konteks PNPM Mandiri ataupun program-program pemberdayaan masyarakat lainnya, sebagai stimulator pemberdayaan ekonomi rakyat.


Menampilkan karya-karya berpotensi ekonomi untuk dapat terintegrasi dalam arus utama perekonomian nasional (national economic mainstream)

 

   
 
RANCANGAN PENYELENGGARAAN
 
   

Penyelenggaraan pameran “ Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat Expo & Award 2010” dirancang dengan konsepsi perluasan informasi sekaligus sarana sosialisasi tingkat keberhasilan dan perkembangan program PNPM MANDIRI sejak diluncurkan pada tanggal 30 April 2007.

Sesuai dengan prinsip-prinsip PNPM Mandiri, dengan strategi dasar dan operasional serta penerapan keterpaduan sinergi pendekatan pembangunan sektoral, pembangunan kewilayahan dan pembangunan partisipatif. Penyelenggaraan pameran akan mempresentasikan upaya-upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam berbagai bentuk program dari pemerintah, Pemerintah propinsi dn Pemerintah kabupaten/kota, maupun peran serta dunia usaha nasional melalui Corporate Social Responsibility.